Logo Bloomberg Technoz

Prospek Emiten Alfamart (AMRT) di Tengah Ramainya Penutupan Gerai

Muhammad Julian Fadli
26 May 2026 14:55

Sejunlah kendaraan terparkir di depan Alfamart Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (30/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sejunlah kendaraan terparkir di depan Alfamart Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (30/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ramai penutupan puluhan gerai Alfamart di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), memunculkan diskusi baru di pasar mengenai keberlanjutan ekspansi retail modern di daerah. 

Isu penghentian operasional puluhan gerai ritel modern di Lombok Tengah, termasuk Alfamart dinilai melanggar aturan zonasi terkait jarak dengan pasar tradisional. Hal tersebut bukan lagi menyoal operasional toko, melainkan regulasi daerah, hingga risiko perlambatan ekspansi emiten PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) ke depan.

Baru–baru ini, viral gerakan demonstrasi ratusan pekerja Alfamart yang terdampak penutupan gerai. Para pekerja menyampaikan kecemasannya terhadap potensi kehilangan pekerjaan setelah pemerintah daerah menutup sejumlah gerai retail modern di wilayah tersebut.


Seperti yang ramai diulas, jumlah gerai yang ditutup mencapai 18 hingga 25 toko di Lombok Tengah. Penutupan tersebut berdampak langsung terhadap pekerja yang menggantungkan penghasilan dari operasional toko–toko tersebut.

Persoalan penting itu mewarnai dinamika laju dan arah emiten saham AMRT di pasar modal Indonesia. Pada perdagangan siang hari ini, Selasa (26/5/2026), saham AMRT melemah 115 poin dan kehilangan 8,88% hingga menyentuh posisi Rp1.180/saham.