Logo Bloomberg Technoz

Prediksi Gerak Rupiah Besok, Dibayangi Geopolitik hingga Minyak

Azura Yumna Ramadani Purnama
28 May 2026 14:00

Karyawan mengambil mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan mengambil mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Analis mata uang memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bakal melemah dalam perdagangan besok, Jumat (29/5/2026). Bahkan, rupiah diprediksi bakal semakin mendekati level Rp17.900–Rp18.000/US$.

Analis mata uang dan Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mencatat pada hari ini rupiah di luar negeri bergerak melemah ke kisaran Rp17.870/US$. Dia memprediksi pada hari ini rupiah di pasar luar negeri bakal ditutup ke level Rp17.900/US$.

“Rupiah sudah melemah 70 poin yaitu di Rp17.870/US$. Ada kemungkinan hari besok ya pembukaan pasar besok ya di hari Jumat rupiah ini akan mendekati level Rp18.000/US$, kemungkinan besar,” kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, Kamis (28/5/2026).


Ibrahim memandang pergerakan rupiah bakal dipengaruhi sejumlah faktor eksternal dan domestik. Dari faktor global, ketegangan geopolitik yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta Rusia dan Ukraina berpotensi membebani gerak rupiah besok.

Dia menyatakan ketegangan yang terjadi di Eropa dan Timur Tengah tersebut membuat harga minyak dunia kembali memanas, bahkan harga West Texas Intermediate (WTI) naik dari US$92 per barel menjadi US$96 per barel.