Logo Bloomberg Technoz

AKSES Kritik Ekspansi Alfamart-Indomaret: Masuk Gang & Kampung

Merinda Faradianti
28 May 2026 13:15

Sejunlah kendaraan terparkir di depan Alfamart Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (30/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sejunlah kendaraan terparkir di depan Alfamart Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (30/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) Suroto menilai narasi soal penutupan sejumlah gerai Alfamart dan Indomaret yang dikaitkan dengan kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) merupakan isu yang tidak berdasar.

Menurut dia, persoalan yang terjadi justru berkaitan dengan ekspansi ritel modern yang sudah terlalu masif, melanggar aturan zonasi, tata ruang hingga memunculkan dugaan praktik monopoli usaha di sektor perdagangan ritel.

“Jangan membenturkan Koperasi Merah Putih dengan penutupan gerai minimarket. Akar masalahnya ada pada ekspansi ritel modern yang sudah kelewat batas dan lama dibiarkan tanpa pengawasan serius,” kata Suroto dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).


Ia menilai jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret telah berkembang sangat agresif hingga masuk ke gang-gang kecil dan wilayah perkampungan. Sehingga, ekspansi ini mematikan ruang hidup toko tradisional dan usaha ritel kecil milik masyarakat.

Saat ini jumlah gerai kedua perusahaan tersebut diperkirakan telah melampaui 40 ribu outlet di berbagai daerah. Padahal, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2022 membatasi kepemilikan gerai oleh satu perusahaan maksimal 150 outlet.