Logo Bloomberg Technoz

Hati-hati, Rupiah Berisiko Melemah Lagi Hari Ini

Tim Riset Bloomberg Technoz
25 February 2026 08:04

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) kembali melemah pagi ini, terimbas persepsi premi risiko tinggi akibat ketidakstabilan geopolitik di tengah tensi Iran-AS yang makin memanas. 

Kontrak rupiah menyusut tipis 0,07% ke posisi Rp16.852.US$ di pasar offshore pada pukul 07:30 WIB, Rabu (25/2/2026). Agaknya pasar masih merespons aset berdenominasi rupiah dengan premi risiko tinggi lantaran faktor eksternal yang terjadi belakangan ini. Ditambah, kondisi perekonomian domestik juga belum banyak membantu. 

Dari sisi domestik, defisit APBN masih menjadi ganjalan bagi laju penguatan rupiah. Selain itu, meski ketahanan eksternal Indonesia cenderung aman dengan cadangan devisa US$154,6 miliar, akan tetapi kekuatan sektor riil yang mulai tergerus dari perekonomian menciptakan kerentanan bagi rupiah. 


Sementara dari eksternal, menguatnya dolar AS terjadi seiring investor mencerna putusan Mahkamah Agung AS yang menentang tarif Presiden Donal Trump serta gelombang tarif baru sebesar 15%.

Di sisi lain, sejumlah pejabat The Fed juga kembali menegaskan sikap hawkish mereka. Hal ini menandakan bahwa inflasi harus tetap terjaga sebelum bank sentral AS itu mengambil langkah pelonggaran dan memangkas suku bunga.