Logo Bloomberg Technoz

Faktor pendukung penguatan dolar AS lainnya adalah data ADP Employment yang tercatat naik jadi 12,8 ribu dari sebelumnya 11,5 ribu ikut menopang laju dolar AS. Selain itu, data dari AS juga menunjukkan bahwa rumah tangga semakin optimistis terhadap pasar tenaga kerja yang mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. 

Hal itu mengerek nilai dolar AS. Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia lainnya, tercatat kembali menguat 0,14% ke 97,84 setelah sempat melemah pada awal pekan ini. 

Meski dolar AS mendapat tenaga, pergerakan mata uang di pasar Asia relatif beragam. Penguatan terbatas datang dari yen Jepang yang mendapat apresiasi 0,05%, disusul yuan offshore China dan dolar Singapura masing-masing 0,02%, kemudian dolar Hong Kong 0,01%. 

Sedangkan, mata uang baht Thailand menyusut paling dalam 0,15%, won Korea Selatan 0,05%, dan ringgit Malaysia 0,03%.

Lantas dengan adanya sentimen dan kombinasi faktor domestik dan eksternal tersebut, bagaimana arah pergerakan rupiah hari ini? 

Analisis Teknikal Rupiah Rabu 25 Februari 2026 (Sumber: Bloomberg)

Secara teknikal, rupiah berisiko kembali melemah, dengan target menuju level Rp16.840/US$ yang merupakan support pertama. Target pelemahan kedua akan tertahan di Rp16.880/US$.

Apabila kembali break kedua support tersebut, maka rupiah berpotensi melemah lebih lanjut menuju level Rp16.900/US$. Depresiasi bisa saja berlanjut hingga menyentuh Rp17.000/US$.

Namun jika rupiah justru mampu menguat hari ini, maka resistance menarik dicermati ada di level Rp16.800-16.750/US$.

(riset/aji)

No more pages