Logo Bloomberg Technoz

Masih Pagi, Rupiah Sudah Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah

Tim Riset Bloomberg Technoz
26 May 2026 09:21

Karyawan memegang mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memegang mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah melemah 0,03% ke posisi Rp17.748/US$ pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (26/5/2026), di tengah kondisi eksternal yang belum kondusif. Tak lama berselang, rupiah kembali terhimpit dan terdepresiasi 0,06% ke posisi Rp17.753/US$, pada 09:05 WIB.

Lalu pada pukul 09:18 WIB, rupiah makin melemah ke Rp17.764/US$. Ini menjadi level terlemah sepanjang sejarah di posisi intraday.

Rupiah All Time Low, Rp17.764/US$ pada 26 Mei 2026, 09.18 WIB. (Bloomberg)

Meski indeks dolar Amerika Serikat (AS) terjaga di level 99, dan harga minyak mentah Brent masih US$98,36 per barel, tetapi kabar bahwa terjadi serangan di Selat Hormuz oleh AS terhadap Iran membuat pelaku pasar kembali memasang mode hati-hati. 


Hal ini terlihat dari pergerakan mata uang kawasan yang cenderung berbalik arah, setelah kemarin berada di zona hijau kecuali rupiah. 

Melansir data Bloomberg, baht Thailand memimpin pelemahan 0,32%, disusul oleh ringgit Malaysia dan peso Filipina. Hanya won Korea Selatan dan dolar Taiwan yang mampu menghijau.

Mata uang kawasan Asia, Selasa 26 Mei 2026. (Bloomberg)