Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Kehilangan Penopang, Bisa Lanjut Melemah Hari Ini

Tim Riset Bloomberg Technoz
26 May 2026 08:21

Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar luar negeri stagnan di level Rp17.761/US$ pada perdagangan Non-Deliverable Forward (NDF) pagi ini, Seladsa (26/5/2026). Pada pukul 07:32 WIB, mata uang Tanah Air melemah 0,11% ke Rp17.781/US$.

Padahal, indeks dolar AS sedikit tergelincir ke posisi 99,23, dan harga minyak mentah dunia menyusut 7,15% ke posisi US$96,14 per barel. 

Namun, kabar bahwa jet tempur AS dan Isreal menyerang sejumlah kapar Iran di Selat Hormuz tersebar, hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi dengan Teheran mengenai kesepakatan sementara menunjukkan perkembangan positif. 


Media lokal menyebut serangan tersebut terjadi di selatan Pulau Karak di Selat Hormuz dan menewaskan sejumlah personel Iran. Kembalinya konflik di Teluk Persia ini menegaskan rapuhnya gencatan senjata antara AS dan Iran, di tengah meningkatnya harapan terhadap tercapainya perdamaian. 

Alhasil, setelah kemarin mata uang kawasan sempat menguat karena tertopang sentimen perdamaian, pagi ini kembali berbalik arah di beberapa pasar yang sudah buka.