China Makin Tekan Takaichi, Batasi Ekspor Perusahaan Jepang
News
24 February 2026 17:40

Josh Xiao, Stephen Stapczynski, dan Nectar Gan - Bloomberg News
Bloomberg, China memasukkan 20 perusahaan Jepang ke dalam daftar hitam dan memperketat pengawasan terhadap sejumlah perusahaan lain. Hal ini menandakan tekanan Beijing terhadap Tokyo tidak melambat, bahkan setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi menang telak dalam Pemilu baru-baru ini.
Kementerian Perdagangan menambahkan perusahaan termasuk afiliasi Mitsubishi Heavy Industries ke dalam daftar kontrol ekspor yang segera berlaku, menurut pernyataan pada Selasa (24/2/2026). Langkah ini menandai kali pertama perusahaan Jepang ditambahkan ke daftar tersebut sejak debutnya pada Januari 2025.
Dalam langkah lain, Beijing menempatkan 20 perusahaan tambahan, termasuk Subaru dan Mitsubishi Materials Corp, ke dalam daftar pengawasan. Meski bukan larangan langsung, status ini membuat eksportir harus tunduk pada pemeriksaan yang lebih ketat saat mengajukan izin ekspor barang dwiguna, yang merujuk pada barang-barang dengan aplikasi sipil dan militer.
"China jelas tidak melonggarkan tekanan meski hasil pemilu perdana menteri Jepang sangat telak," kata Dylan Loh, associate professor di Nanyang Technological University. "Ini memiliki dua tujuan: membatasi militerisasi yang diduga dan juga memberikan pukulan langsung pada perusahaan-perusahaan tersebut."
































