Logo Bloomberg Technoz

Epidemiolog Kritik Cara Kemenkes Sosialisasi Vaksin HPV

Dinda Decembria
24 February 2026 13:00

Kementerian Kesehatan (Kemenkes). (Dok. Kementerian Kesehatan)
Kementerian Kesehatan (Kemenkes). (Dok. Kementerian Kesehatan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman, menyoroti kelemahan pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), dalam mengomunikasikan program vaksinasi HPV sehingga memunculkan narasi keliru seperti “anak jadi kelinci percobaan”.

Menurut Dicky, penyebaran narasi tersebut tidak lepas dari lemahnya strategi komunikasi risiko saat program baru diluncurkan. 

“Dalam menggelontorkan program baru harus dirancang dan dikemas dengan strategi komunikasi risiko yang baik. Jangan asal ada ide langsung disampaikan tanpa persiapan. Ini yang akhirnya menimbulkan polemik dan salah persepsi,” ujarnya dalam keterangan, Selasa (24/2).


Dicky menegaskan, kesalahan persepsi tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat. Ia menyebut, tanpa strategi komunikasi risiko yang efektif, wajar jika publik mempertanyakan kebijakan baru, apalagi yang berkaitan dengan  pada anak.

Ia menjelaskan, dalam komunikasi vaksin terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi tanggapan publik. Di antaranya menimbulkan banyak persepsi terhadap rencana medis baru, ketidakpercayaan terhadap institusi, pengaruh media sosial, hingga narasi emosional yang lebih cepat viral dibandingkan data ilmiah.