Efek Perang, Pertamina Kehilangan 100.000 Barel dari Aset di Irak
Sabrina Mulia Rhamadanty
26 May 2026 08:21

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatatkan adanya kehilangan potensi produksi minyak mentah sekitar 100.000 barel per hari (bph) dari aset hulu migasnya di Irak akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran pada kuartal I-2026.
Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Awang Lazuardi mengatakan gangguan tersebut terjadi di Lapangan West Qurna, Irak, yang sempat dihentikan operasinya atas permintaan pemerintah setempat setelah konflik pecah.
"Beberapa hari setelah perang, Pemerintah Irak meminta lapangan tersebut harus dimatikan. Di situ kita kehilangan sekitar 100.000 barrel oil per day," kata Awang dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi XII DPR RI, Senin (25/5/2026).
Awang menyebut produksi minyak di West Qurna saat ini telah kembali diizinkan, kendati belum di level optimal.
Produksi di lapangan tersebut saat ini masih berjalan masih di bawah 10% dari kapasitas normal dan hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan domestik Irak.




























