Logo Bloomberg Technoz

Israel Intensifkan Serang Lebanon di Tengah Negosiasi AS-Iran

News
26 May 2026 07:20

Netanyahu Mulai Kehilangan Koalisinya di Pemerintahan Israel (Foto: Bloomberg)
Netanyahu Mulai Kehilangan Koalisinya di Pemerintahan Israel (Foto: Bloomberg)

Sherif Tarek, Alisa Odenheimer dan Yash Roy - Bloomberg News

Bloomberg, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pihaknya akan mengintensifkan serangan terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon. Penegasan ini disampaikan pada Senin (25/5) waktu setempat, di tengah gencarnya negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri konflik di kawasan tersebut.

Iran sebelumnya menuntut penghentian permusuhan di Lebanon sebagai bagian dari kesepakatan damai dengan AS yang akan membuka kembali Selat Hormuz. Berdasarkan laporan Axios, rancangan draf potensial antara AS dan Iran memang mencakup klausul untuk mengakhiri perang antara Israel dan Hizbullah—kelompok yang didukung penuh oleh Teheran—di Lebanon.


Netanyahu mengaku telah berkomunikasi via telepon dengan Presiden AS Donald Trump pada Sabtu malam untuk membahas draf perjanjian tersebut. Dalam pembicaraan itu, Netanyahu mengeklaim bahwa Trump "menegaskan kembali hak Israel untuk membela diri dari ancaman di setiap medan perang, termasuk Lebanon." Ia juga menambahkan bahwa dirinya dan Trump sepakat bahwa kesepakatan final dengan Iran "harus melenyapkan ancaman nuklir."

Di sisi lain, harga minyak mentah dunia dilaporkan tertahan melemah, merespons tanda-tanda adanya kemajuan nyata dalam negosiasi perpanjangan gencatan senjata AS-Iran serta rencana pembukaan kembali Selat Hormuz.