Saham Asia Diprediksi Naik Seiring Kabar Kesepakatan Iran-AS
News
27 May 2026 06:45

Richard Henderson - Bloomberg News
Bloomberg, Saham-saham Asia diprediksi akan sedikit menguat pada Rabu ini, menandakan para pelaku pasar masih memegang harapan bahwa AS dan Iran akan menandatangani kesepakatan damai, meskipun serangan militer di Teluk Persia terus berlanjut.
Kontrak berjangka indeks saham Jepang dan Tiongkok daratan naik pada awal perdagangan Rabu di Asia, sementara kontrak berjangka Australia dan Hong Kong stagnan. Harapan akan kesepakatan tersebut mendorong S&P 500 ke rekor tertinggi, dengan produsen chip memimpin kenaikan. Micron Technology Inc. melampaui nilai US$1 triliun.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS turun seiring meredanya kekhawatiran akan lonjakan inflasi, membuat para pedagang mengurangi taruhan mereka terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Indeks Brent naik ke sekitar US$100 setelah anjlok lebih dari 7% pada Senin, sementara indeks dolar AS naik 0,1%.
Pergerakan ini mencerminkan keyakinan yang semakin kuat bahwa konflik di Timur Tengah akan tetap terkendali, dengan para pedagang memanfaatkan tanda-tanda kemajuan diplomatik meskipun serangan terus berlanjut. Suasana risiko yang meningkat telah mengangkat saham ke rekor tertinggi baru sambil meredakan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat mempersulit prospek kebijakan bank sentral.






























