Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Stabil Seiring Kabar Peluang Kesepakatan AS dan Iran

Dovana Hasiana
27 May 2026 06:15

Anjungan pengeboran minyak, dioperasikan oleh Rosneft PJSC di Ladang minyak Samotlor dekat Nizhnevartovsk, Rusia./Bloomberg-Andrey Rudakov
Anjungan pengeboran minyak, dioperasikan oleh Rosneft PJSC di Ladang minyak Samotlor dekat Nizhnevartovsk, Rusia./Bloomberg-Andrey Rudakov

Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak relatif stabil pada awal perdagangan Asia, seiring Amerika Serikat mengumumkan adanya kemajuan menuju kesepakatan damai dengan Iran meskipun terjadi ketegangan baru dan ketidakpastian terkait Selat Hormuz.
 
Indeks West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati US$93 per barel, sementara Brent ditutup naik hampir 4% di atas US$99 pada hari Selasa. 

Sebelumnya, Pasukan AS menyerang target di dekat selat tersebut, sementara Korps Pengawal Revolusi Islam mengatakan bahwa mereka menembaki beberapa pesawat AS setelah pesawat-pesawat tersebut memasuki wilayah udara Iran.


Bahkan di tengah ketegangan tersebut, Menteri Luar Negeri Marco Rubio memperingatkan bahwa kesepakatan apa pun kemungkinan akan memakan waktu beberapa hari untuk diselesaikan. Jika kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan, hal itu akan memperpanjang krisis yang telah menyebabkan harga bahan bakar melonjak.

Selat Hormuz, jalur air utama yang dilalui seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia pada masa damai, pun tetap tertutup secara efektif akibat blokade oleh AS dan Iran. Namun, setidaknya dua kapal tanker raksasa non-Iran keluar dari titik krusial tersebut pada Selasa, kali pertama dalam seminggu di mana empat juta barel minyak mentah yang tidak dikenai sanksi terlihat melintas.