Logo Bloomberg Technoz

Ia mencontohkan temuan di sejumlah pasar di Jawa Barat. Harga ayam di kandang peternak di wilayah Subang tercatat berada di kisaran Rp22.000 hingga Rp23.000 per kilogram. Namun, setelah masuk ke pasar tradisional, harga jual melonjak jauh di atas kewajaran.

“Di daerah Subang itu harganya Rp22.000 sampai Rp23.000, tapi begitu sampai di pasar terima Rp26.000 dalam kondisi bersih, dijualnya Rp42.000,” katanya.

Menurut perhitungan pemerintah, dengan asumsi rendemen karkas sekitar 70%, harga jual ayam di kisaran Rp38.000 per kilogram sudah memberikan keuntungan yang memadai bagi pedagang.

“Padahal dijual Rp38.000 saja masih ada untung sekitar Rp4.000 sampai Rp5.000 per kilo bagi pedagangnya,” ujar Tomsi.

Tomsi menegaskan, lonjakan harga bukan disebabkan oleh peternak maupun ketersediaan stok nasional. Pemerintah menilai ada pedagang perantara dan broker yang mengambil keuntungan berlebih, terutama menjelang periode permintaan tinggi seperti Ramadan.

“Yang berkeringat, yang memelihara sapi sama ayamnya nggak untung. Broker yang di tengah, pedagang besar yang di tengah, yang memainkan harga,” tegasnya.

Ia menyebutkan, dalam struktur harga terdapat tiga lapisan utama, yakni harga di peternak, harga di pengepul atau bandar besar, dan harga di tingkat konsumen. Berdasarkan pemantauan, harga di peternak tidak mengalami kenaikan, sehingga peternak tidak memperoleh tambahan keuntungan dari momentum Ramadan.

Pemerintah Siapkan Langkah Pengendalian dan Penegakan HET

Untuk mengendalikan situasi tersebut, pemerintah akan menurunkan satuan tugas di tingkat kabupaten dan kota bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah. Pemerintah juga menegaskan kembali penerapan Harga Eceran Tertinggi sebagai instrumen pengendalian.

“Kita punya harga eceran tertinggi. HET, tegakkan hukum itu. Dan saya minta turun setiap hari,” ujar Tomsi.

Ia menambahkan pemerintah akan melakukan pemantauan dan pembaruan data harga secara rutin melalui Badan Pusat Statistik guna mengidentifikasi daerah yang masih mencatatkan kenaikan harga di atas kewajaran.

“Mana daerah yang masih naiknya keterlaluan. Kita tegakkan betul aturannya berkaitan dengan harga eceran ini,” katanya.

Asosiasi Bandar Sapi Akan Dikumpulkan

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah akan mengundang asosiasi bandar sapi, khususnya di Jawa Barat, untuk membahas penyesuaian harga dan memastikan distribusi berjalan wajar.

“Kami hari Rabu besok juga akan mengumpulkan semua teman-teman asosiasi bandar sapi di Jawa Barat untuk juga mengharmoniskan tadi. Jadi kondisi di produsen dan di bandar sudah baik, ini di pasarnya ternyata yang mengambil posisi mencari menambah keuntungannya,” ujar Tomsi.

Ia menegaskan, langkah tersebut diambil agar tidak ada pihak yang dirugikan, baik peternak maupun pedagang, selama harga tetap berada dalam batas kewajaran.

“Peternak tidak rugi. Pedagang pun silakan untung, tapi jangan keterlaluan,” tutupnya.

(ain)

No more pages