Logo Bloomberg Technoz

Penyebab Daging Sapi Tembus Rp168 Ribu per Kg di Pasar

Muhammad Fikri
22 March 2026 19:00

Pembeli daging sapi berbelanja di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (27/3/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pembeli daging sapi berbelanja di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (27/3/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) mensinyalir lonjakan harga daging sapi pada masa libur Lebaran 2026 didorong oleh kenaikan harga sapi hidup dari Australia.

Direktur Eksekutif Gapuspindo Djoni Liano mengatakan industri penggemukan sapi atau feedlot domestik saat ini berada dalam tekanan akibat kenaikan harga sapi hidup dari Australia.

“Kondisi feedlot dalam keadaan sulit karena harga sapi hidup di Australia cenderung naik. Ini membuat pelaku usaha cukup sulit menyusun business plan dalam kondisi yang tidak menentu,” kata Djoni kepada Bloomberg Technoz, Minggu (22/3/2026)


Menurut dia, tekanan tersebut diperparah oleh pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang secara langsung meningkatkan biaya impor sapi hidup.

Di sisi lain, biaya transportasi dan bahan baku pakan juga mengalami kenaikan, sehingga menambah beban operasional pelaku usaha.