Risiko Impor Pikap India Untuk Kopdes: Biaya Operasi Bisa Bengkak
Recha Tiara Dermawan
23 February 2026 13:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rencana impor 105.000 unit mobil pikap dari India untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dinilai berpotensi membawa risiko teknis dan ekonomi terhadap operasional koperasi sekaligus industri otomotif nasional.
Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menyebut spesifikasi kendaraan niaga India tidak sepenuhnya identik dengan pikap yang selama ini diproduksi dan digunakan di Indonesia.
“Secara teknis, spesifikasi kendaraan niaga India seperti Tata dan Mahindra tidak sepenuhnya identik dengan standar pikap rakitan Indonesia seperti Isuzu Traga atau Mitsubishi L300 yang ada di Indonesia,” ujar Yannes dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).
Ia menjelaskan perbedaan utama terletak pada standar emisi. Kendaraan niaga asal India umumnya menggunakan standar BS6 yang setara Euro 6, sementara Indonesia masih berada pada standar Euro 4 dengan penggunaan biosolar B40.
Kondisi tersebut dinilai berisiko karena bahan bakar domestik memiliki kadar sulfur hingga 50 ppm serta kandungan air dan asam lemak yang lebih tinggi, sehingga berpotensi memicu gangguan sensor hingga breakdown apabila tidak dilakukan adaptasi teknis.






























