Logo Bloomberg Technoz

Bank Indonesia (BI) melaporkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) periode Kuartal IV-2025. Dengan begitu, terungkap pula kondisi NPI sepanjang tahun lalu.

Berdasarkan data BI mencermati keseluruhan tahun 2025, NPI mengalami defisit mencapai US$ 7,8 miliar. Lebih dalam dibanding dengan catatan defisit pada tahun 2024 lalu yang senilai US$ 7,2 miliar.

Transaksi berjalan pada 2025 juga membukukan defisit mencapai US$ 1,5 miliar (0,1% PDB). Lebih rendah dari defisit tahun sebelumnya US$ 8,6 miliar (0,6% PDB).

Adapun transaksi modal dan finansial sepanjang tahun 2025 tercatat minus US$ 4,2 miliar. Penyebabnya, aliran modal asing pada investasi portofolio dan investasi lainnya mencuat keluar seiringan dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi.

“Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat respons bauran kebijakan, didukung sinergi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memperkuat ketahanan eksternal. Kinerja NPI 2026 diprakirakan tetap baik dengan defisit transaksi berjalan yang tetap rendah dalam kisaran defisit 0,9% sampai dengan 0,1% dari PDB,” tulis laporan BI.

Sementara itu, bagi periode Kuartal IV–2025, BI mengumumkan NPI pada Kuartal IV–2025 mencatat surplus US$ 6,1 miliar. Lebih baik dibanding dengan Kuartal sebelumnya yang defisit US$ 6,4 miliar.

Transaksi berjalan atau current account mengalami defisit US$ 2,5 miliar, yang setara dengan 0,69% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Capaian ini tidak sebaik Kuartal sebelumnya yang berhasil mencatat surplus US$ 4 miliar (1,08% PDB).

Kemudian transaksi modal dan finansial pada Kuartal IV–2025 mengalami surplus US$ 8,3 miliar. Membaik ketimbang Kuartal sebelumnya yang defisit US$ 8 miliar.

“Investasi langsung tetap mencatatkan surplus sebagai cerminan dari terjaganya persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi Indonesia. Investasi portofolio mencatat surplus ditopang oleh meningkatnya aliran masuk modal asing seiring dengan imbal hasil investasi yang tetap menarik. Investasi lainnya juga mencatat surplus dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri,” terang laporan BI.

(fad)

No more pages