Logo Bloomberg Technoz

Menebak Arah Rupiah Hari Ini, Rasanya Bisa Lesu Lagi

Tim Riset Bloomberg Technoz
20 February 2026 07:57

Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) melemah, setelah sempat dibuka stagnan. Rupiah menyusut 0,11% ke posisi Rp16.932/US$ di perdagangan pasar offshore hari ini, setelah dibuka stagnan di Rp16.913/US$.

Kembali menguatnya posisi the greenback membuat beberapa mata uang Asia lainnya kompak berada di zona merah kemarin, hanya baht Thailand yang menguat 0,4% dan rupiah menguat tipis 0,02% menyusul pengumuman penetapan suku bunga acuan. Pelemahan terdalam dialami oleh won Korea Selatan sebanyak 0,42% disusul ringgit Malaysia dan peso Filipina masing-masing 0,23%, lalu yen Jepang susut 0,13%. 

Dalam perdagangan hari ini di pasar yang sudah buka, yen Jepang masih melemah 0,07% disusul ringgit Malaysia 0,06% dan dolar Singapura 0,02%. Sementara won Korea Selatan berbalik menguat tipis 0,05% dan yuan offshore China 0,02%. 


Penguatan mata uang Asia tampak begitu terbatas pagi ini lantaran indeks dolar AS kembali terapresiasi 0,23% menjadi 97,92. Menguatnya dolar AS yang disokong oleh data pertumbuhan ekonomi yang cukup solid di 2,7% sepanjang 2025.

Meski penciptaan lapangan kerja tak bergerak, tetapi konsumsi rumah tangga yang cukup resilien serta gelombang investasi berbasis kecerdasan buatan cukup menopang perekonomian AS.