Rantai Pasok
Dijelaskan bahwa Indonesia akan bekerja sama dalam pengembangan sektor tanah jarang dan mineral kritis secara efisien bersama perusahaan AS, untuk memastikan rantai pasok yang aman dan beragam.
Indonesia juga akan memberikan kepastian yang lebih besar bagi perusahaan yang terlibat dalam ekstraksi mineral kritis, serta menciptakan kepastian bisnis untuk meningkatkan kapasitas produksi dan pertumbuhan operasional.
“Indonesia dan Amerika Serikat berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama dan keterlibatan dalam rantai pasokan mineral kritis,” tulis White House.
Dalam sesi konferensi pers usai penandatangan perjanjian tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menyatakan kerja sama tersebut terkait dengan mineral penting atau logam industri.
Dia mengklaim kerja sama mineral kritis yang dilakukan akan berada hingga proses pengolahan sekunder.
Perihal tersebut, Airlangga menegaskan Indonesia terbuka untuk bekerja sama dalam investasi dan teknologi pengembangan mineral kritis dan LTJ.
“Mineral kritis itu adalah terkait dengan industrial mineral artinya ada secondary proces dan Indonesia terbuka untuk kerja sama investasi dan teknologi, baik critical mineral maupun rare earth elements,” kata Airlangga dalam konferensi pers secara daring, Jumat (20/2/20226).
Di sela kunjungan rombongan pemerintah RI ke Washington D.C. sehari sebelumnya, Prabowo mengajak investor AS untuk berinvestasi ke Indonesia di sektor industri mineral penting.
Hal tersebut diungkapkannya dalam US-ASEAN Chamber of Commerce (USABAC), U.S. Chamber of Commerce (USCC), dan United States-Indonesia Society (USINDO) di Washington D.C. pada Rabu (18/2/2026) waktu setempat.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan Indonesia terbuka terhadap investasi global dan siap menjadi mitra strategis bagi perusahaan AS.
Menurutnya, Indonesia memiliki cadangan mineral kritis yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan teknologi baru, termasuk logam tanah jarang dan nikel untuk baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
"Indonesia terbuka terhadap investasi. Kami memiliki mineral kritis penting bagi teknologi baru, termasuk cadangan rare earth yang besar. Kami ingin perusahaan AS menjadikan Indonesia bukan hanya pasar, tetapi basis produksi strategis," kata Prabowo, Kamis (19/2/2026).
Adapun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan Indonesia tidak akan mengekspor bijih mineral mentah atau ore mineral kritis ke AS, dengan catatan selama peraturan yang melarangnya masih berlaku.
Dalam hal ini, regulasi tersebut adalah Undang-undang No. 3/2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba) yang mengatur pelarangan ekspor komoditas mentah dan mewajibkannya untuk diolah di dalam negeri demi mengerek nilai tambah.
Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno menyatakan beleid tersebut telah menegaskan barang mentah tidak dapat diekspor dari Indonesia sejak 2023, atau sejak 3 tahun setelah regulasi tersebut diterbitkan.
Dengan begitu, jika ke depan terdapat kebijakan yang mengharuskan adanya ekspor barang mentah dari dalam negeri, beleid tersebut perlu direvisi. Akan tetapi, Tri menegaskan pemerintah tidak ada rencana untuk merevisi aturan itu.
“Di dalam Undang-undang kita kan dijelaskan, UU No. 3/2020, bahwa ekspor raw material itu berhenti tiga tahun setelah diundangkan. Diundangkan pada 2020, berarti ya 2023 selesai,” kata Tri kepada awak media, ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Kamis (24/7/2025).
Terpisah, Sekretaris Jenderal 2023—2025 ESDM Dadan Kusdiana juga memastikan tidak akan ada perubahan peraturan ekspor mineral kritis ke AS meskipun terdapat kesepakatan tarif.
Dia mengatakan kesepakatan dengan AS tidak memuat aturan yang memperbolehkan ekspor mineral kritis yang belum diolah alias ore, melainkan harus diolah terlebih dahulu atau melalui proses hilirisasi.
“Apabila dibaca kalimatnya secara lengkap, itu adalah untuk mineral yang sudah terproses, all industrial commodities. Jadi bukan ekspor bijih mentah. Ini sejalan dengan program pemerintah untuk hilirisasi,” kata Dadan ketika dimintai konfirmasi Bloomberg Technoz, Rabu (23/7/2025).
(azr/wdh)























