Logo Bloomberg Technoz

Jelang Ramadan, Ini 6 Kurma Asal Israel dan Cara Membedakannya

Referensi
27 February 2024 15:03

Buah Kurma (Envato/bondarillia)
Buah Kurma (Envato/bondarillia)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Seolah menjadi tradisi, kurma telah menjadi makanan ikonik yang tak terpisahkan dari bulan Ramadan. Dalam setiap sahur dan buka puasa, umat Muslim sering kali menyantapnya sebagai pengisi energi yang dapat menahan rasa lapar sepanjang hari.

Namun, di balik kelezatan dan manfaatnya, ada fakta yang perlu diperhatikan dengan seksama. Ternyata, Israel menjadi salah satu negara penghasil kurma terbesar di dunia. Meskipun demikian, hal ini tidak terlepas dari kontroversi yang melibatkan serangan Israel di Gaza, Palestina, dan gerakan boikot terhadap produk-produk yang terkait dengan negara tersebut.

Menurut informasi yang dihimpun dari laman Palestine Campaign, masyarakat diminta untuk lebih cermat dalam memilih produk kurma yang akan dibeli.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memeriksa label nama perusahaan yang menjadi eksportir kurma dari Israel.

Buah Kurma (Envato/Artem_ka2)

Beberapa nama perusahaan tersebut antara lain adalah Hadiklaim, Mehadrin, Agrexco, Arava, Edom, dan MTex. Para konsumen, terutama umat Muslim, diimbau untuk menghindari produk-produk dari perusahaan-perusahaan tersebut.

Posisi Israel dalam Pasar Global

Meskipun berada di tengah-tengah kontroversi politik, Israel tetap memegang peranan penting dalam pasar global kurma. Bahkan, menurut laporan Statista, Israel menempati posisi kedua sebagai negara dengan nilai ekspor kurma terbesar di dunia.

Dengan nilai ekspor mencapai lebih dari US$317 juta, Israel memiliki pangsa pasar global kurma mencapai lebih dari 60 persen untuk jenis kurma unggulan, yaitu kurma Medjool. Keberadaan Israel sebagai penghasil kurma terbesar juga tidak bisa dipandang sebelah mata.

Langkah Menghindari Pembelian Kurma dari Israel

Bagi masyarakat Muslim di seluruh dunia yang ingin menghindari membeli kurma dari Israel, Palestine Campaign memberikan beberapa langkah yang dapat diambil.

Pertama, periksa label dengan teliti saat akan membeli kurma, pastikan tidak ada produk yang diproduksi atau dikemas di Israel atau pemukiman ilegal di Tepi Barat.

Kedua, pastikan untuk memeriksa label pada semua kurma Medjool yang akan dibeli, karena sebagian besar kurma Medjool yang dijual di supermarket berasal dari tanaman di Israel atau pemukiman ilegal di tanah Palestina.

Ketiga, hindari produk yang mencantumkan nama Hadiklaim pada labelnya, karena perusahaan ini adalah salah satu eksportir terbesar kurma dari Israel dan pemukiman ilegalnya.

Terakhir, periksa dengan seksama label untuk mengetahui perusahaan mana saja yang mengekspor kurma dari Israel dan pemukiman ilegalnya, seperti Mehadrin, MTex, Edom, Agrexco, dan Arava.

Meskipun kurma tetap menjadi makanan yang sangat dicari selama bulan Ramadan, penting bagi konsumen untuk tetap waspada terhadap asal produk yang dibeli. Dengan memahami asal-usul kurma yang dikonsumsi, kita dapat berkontribusi dalam membangun kesadaran akan isu-isu global yang terkait dengan perdagangan dan politik.

(seo)