Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Stagnan Jelang Kelanjutan Negosiasi Nuklir AS-Iran

News
16 February 2026 08:00

Kapal tanker pengangkut minyak./dok. Bloomberg
Kapal tanker pengangkut minyak./dok. Bloomberg

Rong Wei Neo - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak cenderung tidak bergerak di awal pekan ini. Para pelaku pasar terpantau sedang memantau risiko geopolitik menjelang dilanjutkannya kembali pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada Selasa (17/2).

Minyak jenis Brent diperdagangkan di bawah US$68 per barel, setelah mencatat penurunan mingguan berturut-turut untuk pertama kalinya tahun ini. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) bertahan di kisaran US$63 per barel. Tekanan menjelang negosiasi di Jenewa semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan pada hari Jumat bahwa perubahan rezim akan menjadi hasil terbaik bagi Iran.


Harga minyak telah menguat lebih dari 11% sepanjang tahun ini seiring meningkatnya ketegangan dengan Iran. Potensi gangguan pasokan di wilayah yang memproduksi sekitar sepertiga minyak mentah dunia tersebut sempat menutupi kekhawatiran atas melimpahnya pasokan global. Namun, harga mulai terkoreksi setelah risiko serangan militer mereda dan Badan Energi Internasional (IEA) memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan tahun ini.

Selain isu Iran, pembicaraan yang dipimpin AS untuk mengakhiri perang di Ukraina juga dijadwalkan dimulai di Jenewa pada hari Selasa. Meski demikian, prospek berakhirnya konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun tersebut—termasuk kembalinya pasokan minyak Rusia ke pasar global—dinilai masih tipis. Terlebih lagi, serangan pesawat tak berawak (drone) di pesisir Laut Hitam akhir pekan lalu merusak infrastruktur di pelabuhan laut Taman dan tangki penyimpanan bahan bakar.