Logo Bloomberg Technoz

Ekonomi Jepang Q4-2025 Lesu, PM Takaichi Siapkan Belanja Besar

News
16 February 2026 08:40

PM Jepang, Sanae Takaichi, saat konferensi pers di kantor perdana menteri di Tokyo, Jepang, Selasa (21/10/2025). (Eugene Hoshiko/AP/Bloomberg)
PM Jepang, Sanae Takaichi, saat konferensi pers di kantor perdana menteri di Tokyo, Jepang, Selasa (21/10/2025). (Eugene Hoshiko/AP/Bloomberg)

Yoshiaki Nohara - Bloomberg News

Bloomberg, Output ekonomi Jepang pada kuartal keempat tahun 2025 tercatat jauh lebih lemah dari perkiraan. Pertumbuhan yang lesu ini terjadi setelah kontraksi tajam pada periode sebelumnya, sekaligus memperkuat alasan bagi Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk merealisasikan kebijakan belanja proaktif pasca-kemenangan telak dalam pemilu.

Berdasarkan laporan Kantor Kabinet pada Senin (16/2), Produk Domestik Bruto (PDB) riil Jepang hanya tumbuh 0,2% secara tahunan pada periode Oktober-Desember. Angka ini jauh di bawah estimasi rata-rata para ekonom yang memprediksi pertumbuhan sebesar 1,6%.


Konsumsi rumah tangga, yang merupakan komponen terbesar PDB, hanya tumbuh 0,1%. Hal ini menunjukkan rapuhnya permintaan domestik karena masyarakat masih berjuang menghadapi inflasi yang terus bertahan di atas target 2% Bank of Japan (BOJ) selama empat tahun terakhir. Sementara itu, belanja modal naik 0,2%, dan investasi perumahan swasta melonjak 4,8% secara riil—sebuah pemulihan yang memang telah diprediksi setelah keterpurukan pada kuartal ketiga akibat perubahan regulasi.

"Konsumsi pribadi menunjukkan ketahanan, tetapi keberlanjutannya akan bergantung pada efektivitas langkah-langkah bantuan harga dan apakah upah riil bisa berubah menjadi positif," ujar Shinichiro Kobayashi, kepala ekonom di Mitsubishi UFJ Research and Consulting. "Kenaikan suku bunga dan kenaikan upah dapat menjadi risiko bagi usaha kecil dan menengah (UKM), yang berpotensi membatasi kemampuan mereka untuk melakukan investasi modal."

PDB Jepang. (Sumber: Bloomberg)