Kemlu Pastikan Personel TNI di Gaza Bukan untuk Operasi Tempur
Farid Nurhakim
15 February 2026 10:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia (RI) memastikan ribuan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bakal dikirim ke Gaza, Palestina untuk terlibat dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Forces/ISF), bukan buat operasi tempur. Hal ini menyusul adanya rencana pengiriman 8.000 personel TNI ke wilayah konflik tersebut.
Pernyataan ini dikeluarkan oleh Kemlu RI lewat keterangan tertulis yang diunggah di laman resminya pada Sabtu (14/2/2026). “Personel Indonesia tidak akan terlibat dalam operasi tempur atau tindakan apa pun yang mengarah pada konfrontasi langsung dengan pihak bersenjata mana pun,” tegas Kemlu dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (15/2/2026).
Kementerian Luar Negeri RI menjelaskan, partisipasi Indonesia dalam ISF berada sepenuhnya di bawah kendali nasional, serta berlandaskan mandat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Resolusi 2803, politik luar negeri bebas-aktif, dan hukum internasional. Kemlu RI menegaskan bahwa ruang lingkup tugas personel tersebut bersifat terbatas dan spesifik, sesuai mandat dan batasan nasional Indonesia (national caveats) secara tegas dan mengikat yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia serta disepakati dengan ISF.
Kemudian Kemlu RI menyebut delapan pokok national caveats. Pertama, terkait keikutsertaan Indonesia bukan untuk misi tempur serta demiliterisasi, dalam mandat non-tempur (non-combat) dan non-demilitarisasi.
“Mandat Indonesia bersifat kemanusiaan, dengan fokus pada perlindungan warga sipil, bantuan kemanusiaan dan kesehatan, rekonstruksi, serta pelatihan dan penguatan kapasitas polisi Palestina,” tutur Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.






























