Harga Minyak Turun di Tengah Redanya Kekhawatiran Terkait Iran
News
13 February 2026 07:33

Weilun Soon - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak dunia bersiap mencatat penurunan mingguan berturut-turut untuk pertama kalinya tahun ini. Pelemahan ini dipicu oleh sentimen penghindaran risiko di pasar global, kekhawatiran atas melimpahnya pasokan minyak mentah dunia, serta prospek negosiasi nuklir AS-Iran yang diperkirakan akan berlangsung alot.
Minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) stabil di bawah level US$63 per barel, setelah anjlok hampir 3% pada perdagangan Kamis. Sementara itu, Brent berakhir di atas US$67 per barel. Bursa saham Asia juga diprediksi melemah pada Jumat ini mengikuti koreksi di Wall Street dan penurunan harga komoditas secara umum.
Terkait isu Iran, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi kemungkinan bisa berlangsung hingga satu bulan ke depan. Pernyataan ini meredam kekhawatiran pasar terhadap potensi aksi militer dalam waktu dekat yang dapat mengganggu distribusi minyak. Saat ini, pemimpin AS tersebut tengah mengupayakan kesepakatan diplomatik untuk membatasi ambisi nuklir anggota OPEC tersebut.
Di sisi lain, Badan Energi Internasional (IEA) kembali menegaskan adanya potensi kelebihan pasokan sebesar lebih dari 3,7 juta barel per hari pada tahun 2026. Jika terjadi, angka ini akan menjadi rekor rata-rata tahunan tertinggi. Dalam laporan bulannya, IEA menambahkan bahwa cadangan global tahun lalu berekspansi dengan laju terkuat sejak pandemi 2020.
































