Inflasi AS Melandai, Bursa Asia Bersiap Menguat di Awal Pekan
News
16 February 2026 07:00

Richard Henderson - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia diprediksi akan menguat pada perdagangan Senin (16/2) seiring meredanya tekanan jual pada bursa Amerika Serikat (AS). Selain itu, rilis data inflasi terbaru semakin memperkuat prospek pemangkasan suku bunga oleh Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) tahun ini.
Kontrak berjangka indeks saham untuk Jepang dan Australia menunjukkan tren positif di awal pekan yang bertepatan dengan libur Tahun Baru Imlek. Libur panjang ini dipastikan akan memengaruhi volume perdagangan di kawasan regional. Pasar China daratan akan tutup sepanjang minggu, sementara bursa Hong Kong baru akan dibuka kembali pada hari Jumat. Adapun pasar AS sendiri tutup pada hari Senin untuk memperingati Presidents’ Day.
Di pasar valuta asing, dolar AS terpantau stabil terhadap mata uang utama dalam perdagangan awal di Sydney. Sementara itu, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$68.800 setelah sempat berfluktuasi cukup tajam sepanjang akhir pekan.
Pergerakan pasar yang cenderung tenang ini menunjukkan latar belakang yang mendukung sentimen risiko, setelah indeks S&P 500 sempat mencatat penurunan mingguan berturut-turut akibat ketidakpastian dampak AI pada berbagai sektor bisnis, mulai dari perangkat lunak hingga logistik.





























