Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026

Soal Free Float 15%, BEI Masih Berharap Asing Tetap Masuk

Artha Adventy
12 February 2026 12:50

Direksi dan Dewan Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kabarnya menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai penjabat Direktur Utama BEI. Dok: BEI
Direksi dan Dewan Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kabarnya menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai penjabat Direktur Utama BEI. Dok: BEI

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menegaskan, pihaknya terus mengkaji dampak kebijakan pemenuhan free float minimum 15%, khususnya terhadap keseimbangan pasokan dan permintaan saham di pasar.

Concern -nya adalah, bagaimana dengan suplainya? Nah, tentu ini harus kami manage dengan baik. Ya, kami sudah memikirkan dampak-dampak yang akan timbul,” ujar Jeffrey dalam Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026, Kamis (12/2/2026).

Jeffrey memaparkan, dari total 956 perusahaan tercatat, sebanyak 268 emiten masih memiliki free float di bawah 15%. Namun, menurut dia, jika difokuskan pada 49 perusahaan dari kelompok tersebut, nilainya sudah mewakili sekitar 90% kapitalisasi pasar.


“Bagaimana 49 ini bisa kami atur dengan baik supaya pasar kita tetap imbang? Oleh karena itu kami menyediakan kontes untuk perusahaan-perusahaan tercatat bisa berdiskusi dengan kami bagaimana timing -nya, disesuaikan dengan kondisi pasar, supaya mereka bisa menambahkan float di pasar tetapi tidak akan mengganggu kestabilan pasar,” katanya.

Di sisi permintaan, BEI juga mencermati pertumbuhan investor domestik. Jeffrey menyebut pertumbuhan aset investor ritel telah melampaui Rp100 triliun. Selain itu, dukungan pemerintah terhadap institusi domestik untuk berinvestasi hingga 20% di pasar modal dinilai menjadi potensi tambahan demand.