Logo Bloomberg Technoz

Bagaimana Fesyen Vintage Mengubah Nilai Sebuah Merek

News
18 August 2026 18:20

Fashion show LV di Seoul (Sumber: Bloomberg)
Fashion show LV di Seoul (Sumber: Bloomberg)

Felix Salmon - Bloomberg News

Bloomberg, Zendaya Maree Stoermer Coleman baru berusia 5 minggu pada 10 Oktober 1996, ketika John Galliano memamerkan koleksi musim semi-musim panas 1997 bertajuk “Circus” di Musée des Arts Forains di Paris. Tiga dekade kemudian, ketika tampil di pemutaran perdana Spider-Man: Brand New Day di London, dia semakin mengukuhkan statusnya sebagai ikon mode global dengan mengenakan salah satu gaun rancangan Galliano tersebut. Gaun itu, yang ditopang di bagian belakang oleh jalinan benang menyerupai sarang laba-laba, berkilauan diterpa sinar matahari Inggris dan tampak lebih memukau dari sebelumnya.

Sebagian besar busana terbaik yang pernah dirancang dibuat bertahun-tahun lalu, sehingga memahami sejarah dan arsip berbagai label merupakan cara yang sangat baik untuk meningkatkan gaya. Lebih baik lagi, bagi kita yang tidak memiliki daftar panjang humas yang mati-matian ingin memberikan barang gratis, pakaian lama tersebut memiliki keuntungan tambahan karena umumnya lebih murah dibandingkan pakaian yang saat ini dipajang di butik dan department store kelas atas.


Namun, seperti yang sudah sangat dipahami para penikmat situs penjualan kembali, beberapa label bisa didapatkan dengan diskon yang sangat besar dibandingkan dengan harga barunya. Sebagai contoh, mantel Oscar de la Renta biasanya terjual sekitar 14% dari harga eceran yang disarankan, menurut TheRealReal Inc., sementara produk dari label Swedia yang menjadi favorit kalangan tertentu, Toteme, dengan harga jual kembali sekitar 45%, jauh lebih diminati.

Harga selalu menjadi salah satu sinyal terpenting yang dapat disampaikan sebuah label mode, dan perannya semakin penting dalam membentuk persepsi terhadap merek seiring aktivitas belanja dan penelusuran produk semakin beralih ke ranah daring. Menurut laporan ThredUp Inc., pasar barang fesyen bekas akan bernilai US$289 miliar tahun ini, lebih dari dua kali lipat dibandingkan nilainya yang sebesar US$141 miliar lima tahun lalu. Anda bisa menjumlahkan pendapatan 2026 dari perusahaan-perusahaan barang mewah terbesar di dunia (LVMH, Richemont, Hermès, dan Kering), ditambah penjualan Zara, Uniqlo, dan H&M, dan nilainya tetap tidak akan mendekati angka tersebut.