Korsel-AS Pangkas Latihan Militer Saat Trump Dekati Kim Jong Un
News
19 August 2026 09:50

Soo-Hyang Choi - Bloomberg News
Bloomberg, Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) sepakat untuk memangkas durasi latihan militer bersama setelah Donald Trump memerintahkan pengurangan tersebut, dengan alasan hubungan baiknya dengan Pyongyang.
Kedua negara sekutu itu sepakat untuk mengakhiri latihan pada 21 Agustus, menurut pernyataan Kepala Staf Gabungan Korsel pada Rabu (19/8). Awalnya, latihan yang dimulai pada Senin tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 27 Agustus.
Keputusan untuk memangkas skala latihan ini diambil setelah Trump mengkritik latihan tersebut pada akhir pekan lalu, dengan menggarisbawahi bahwa agenda itu sebagai sinyal "tidak tepat dan bermusuhan" terhadap negara yang selama ini "tidak mengancam dan penuh hormat." Militer AS dan Korsel sendiri telah lama menegaskan bahwa latihan tersebut bersifat defensif.
Korea Utara (Korut) pada Rabu (19/8) mengecam keras latihan tersebut tanpa mengomentari secara langsung pernyataan terbaru Trump. "Latihan ini menimbulkan ancaman paling langsung dan terbuka bagi DPRK serta keamanan regional," tulis kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency, dalam sebuah komentarnya. "Ini adalah perkembangan situasi yang tidak bisa diabaikan."






























