Logo Bloomberg Technoz

Bedah Skema Baru Subsidi Energi di RAPBN 2027: BBM, LPG, Listrik

Sabrina Mulia Rhamadanty
19 August 2026 13:00

Seorang petugas melayani pelanggan di sebuah SPBU milik PT Pertamina (Persero)./Bloomberg-Dimas Ardian
Seorang petugas melayani pelanggan di sebuah SPBU milik PT Pertamina (Persero)./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pemerintah memberikan sinyal kuat untuk melakukan penataan ulang secara menyeluruh terhadap penyaluran subsidi energi pada 2027.

Berdasarkan arahan strategis dalam Buku Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, fokus utama pemerintah terletak pada transformasi mekanisme subsidi; yaitu dari subsidi berbasis harga barang (komoditas) menjadi subsidi berbasis penerima manfaat (by name by address).

Adapun, total anggaran subsidi energi dalam RAPN 2027 dipagu Rp272,9 triliun, naik sekitar 20,1% dibandingkan dengan outlook APBN 2026 yang dipagu Rp227,3 triliun.


“Dalam jangka menengah, pemerintah mendorong transformasi subsidi berbasis komoditas menjadi subsidi yang berbasis target penerima manfaat,” tulis Buku II Nota Keuangan RAPBN 2027, dikutip Rabu (19/8/2026).

Adapun, berdasarkan evaluasi kebijakan 2022—2026, arah kebijakan subsidi energi pada 2027 difokuskan pada tiga komoditas utama yaitu BBM bersubsidi jenis tertentu, LPG 3 Kg (Gas Melon), dan listrik. 

Pekerja menanta tabung gas LPG subsidi 3kg di Pasar Rebo, Jakarta, Senin (20/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)