Logo Bloomberg Technoz

Produksi CPO Diramal Landai, Risiko Dana Biodiesel B50 Mengintai

Azura Yumna Ramadani Purnama
18 August 2026 17:10

Sebuah mesin mengekstrak minyak sawit di fasilitas pengolahan Palmicultores del Norte SAS./Bloomberg-Ferley Ospina
Sebuah mesin mengekstrak minyak sawit di fasilitas pengolahan Palmicultores del Norte SAS./Bloomberg-Ferley Ospina

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pemenuhan pembiayaan atau insentif biodiesel B50 diprediksi bakal cukup menantang di tengah meredanya gejolak harga minyak mentah dunia, terlebih produksi minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) berpotensi melandai dipengaruhi fenomena El Nino.

BMI, lengan riset Fitch Solutions, bagian dari Fitch Group meyakini program B50 memasuki fase yang lebih mentang karena gejolak pasar migas dunia diprediksi bakal mereda, sehingga harga minyak mentah dunia menurun.

Indonesia padahal sempat menikmati keuntungan gegara lonjakan harga minyak mentah dunia. Pada kuartal II-2026, Indonesia menghemat dana insentif biodiesel sebab disparitas antara biodiesel murni dengan solar menipis, efek harga minyak mentah naik.


BMI mengungkapkan pada periode 27 Februari hingga 29 April April 2026 harga minyak mentah Brent naik sekitar 62,8%, sementara harga CPO naik sekitar 12,9% atau relatif lebih rendah.

Pada saat yang sama, Indonesia sedang menghadapi fenomena El Nino yang diprediksi membuat harga CPO tetap tinggi—bahkan berpotensi membuat produksi kelapa sawit Indonesia dan Malaysia melambat.

Pangsa produksi CPO dunia./dok. BMI