Logo Bloomberg Technoz

APNI Yakin RI Bisa Tentukan Harga Nikel Asia Usai Bentuk Icomex

Azura Yumna Ramadani Purnama
19 August 2026 12:30

Kepingan logam nikel dipamerkan di New York Stock Exchange (NYSE)./Bloomberg-Michael Nagle
Kepingan logam nikel dipamerkan di New York Stock Exchange (NYSE)./Bloomberg-Michael Nagle

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) optimistis referensi harga, likuiditas lindung nilai, dan data transaksi komoditas nikel dapat bergeser menggunakan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) atau Indonesia Commodity Exchange (Icomex).

Selama ini, data transaksi dan referensi harga nikel masih tersentralisasi di bursa luar negeri seperti London Metal Exchange (LME) dan Shanghai Future Exchange (SHFE).

APNI meyakini pembentukan BMKS bakal mengubah posisi tawar Indonesia dari pengikut harga atau price taker menjadi pembentuk pasar atau market maker, yang turut menentukan arah harga di kawasan Asia.


Adapun, LME merupakan bursa berjangka terbesar di dunia untuk perdagangan logam industri dan logam dasar seperti aluminium, tembaga, nikel, seng, timbal, dan timah.

Harga yang terbentuk di LME menjadi standar acuan bagi industri logam di seluruh dunia dalam melakukan transaksi.

Proyeksi harga nikel sampai dengan 2030./dok. BMI