Logo Bloomberg Technoz

Utang RI dalam Mata Uang China Meroket 53,6%

Dian Sari Pertiwi
19 August 2026 11:28

Ilustrasi Mata Uang Yuan. (Sumber: Bloomberg)
Ilustrasi Mata Uang Yuan. (Sumber: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Dari data utang luar negeri pemerintah yang tercatat naik, ada pertumbuhan porsi mata uang yuan China terlihat makin besar. Hal ini menggambarkan bahwa struktur utang luar negeri Indonesia sedang mengalami perubahan.

Meski dolar Amerika Serikat (AS) masih menjadi mata uang utama dalam pembiayaan eksternal Indonesia, tetapi ternyata pertumbuhan utang dalam yuan China dan euro jauh lebih cepat daripada dolar AS. 

Melansir data Statistik Utang Luar Negeri (SULNI) Bank Indonesia (BI) edisi Agustus, posisi utang Indonesia pada Juni 2026 mencapai US$453,36 miliar. Dari jumlah tersebut, kewajiban dalam rupiah mencapai US$93,52 miliar, dan sebesar US$359,84 miliar atau sekitar 79,4% dari total utang berasal dari mata uang lain.


Komposisi Utang Luar Negeri

Pada Juni, utang luar negeri dalam dolar AS mencapai US$271,11 miliar, sekitar 59,8% dari total utang. Jauh di bawahnya, porsi mata uang euro sebesar US$41,29 miliar, atau sekitar 9,1%, sementara yuan China US$17,84 miliar, atau 3,9%, dan yen Jepang US$17,75 miliar, atau 3,9%.