Logo Bloomberg Technoz

Menanti Arah The Fed, Rupiah Offshore Menguat Kala Dolar Lesu

Tim Riset Bloomberg Technoz
12 February 2026 07:25

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam pasar Non-Deliverable Forward (NDF) menguat terbatas, menyusul volatilnya dolar di tengah rilis data ketenagakerjaan AS. 

Hari ini (12/2/2026), rupiah offshore dibanderol Rp16.800/US$, menguat sangat terbatas sebesar 0,01%. Penguatan ini ditopang oleh faktor eksternal pelemahan dolar AS yang terjadi lantaran investor meningkatkan ekspektasi mereka terhadap pemangkasan suku bunga oleh The Fed, setelah muncul sinyal baru pelemahan ekonomi AS.   

“Cerita soal perbedaan suku bunga kembali menjadi fokus, dengan data ekonomi AS yang lemah mendorong investor memperhitungkan peluang lebih besar pemangkasan suku bunga The Fed,” kata David Forrester, analis di Credit Agricole, Singapura, seperti dikutip Bloomberg News.


Dari pasar Asia, mata uang di pasar yang sudah dibuka tampak menguat. Seperti yen Jepang menguat tipis 0,06%, yuan offshore China 0,05%, dolar Hong Kong 0,02%. 

Namun, pelemahan dolar AS nampaknya tak akan berlangsung lama. Indeks dolar AS kemarin sempat menguat kembali meski masih terbatas sebanyak 0,04% ke level 96,83.