Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Tersungkur Sendirian, Kala Mayoritas Uang Asia Hijau

Tim Riset Bloomberg Technoz
12 February 2026 09:26

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada awal perdagangan spot hari ini. 

Pada perdagangan spot hari ini (12/2/2026), rupiah menguat tipis 0,04% ke level Rp16.777/US$ melanjutkan penguatannya dari penutupan kemarin Rabu (11/2/2026) di level Rp16.783/US$. Namun, tak berselang lama, rupiah kembali terpeleset 0,10% ke posisi Rp16.800/US$. Lalu, pada 09/10 WIB rupiah kembali susut 0,21% ke level Rp16.818/US$. 

Agaknya penguatan terbatas rupiah kemudian menjadi berbalik arah ini ini mencerminkan sentimen eksternal yang sementara membaik serta adanya faktor domestik yang menahan tekanan lebih lanjut. Namun, tanpa adanya dorongan fundamental yang benar-benar solid, rupiah kembali tersungkur sementara mata uang Asia lainnya tetap menguat. 


Dari pasar Asia, hampir semua mata uang Benua Kuning kompak menguat menyusul sentimen hawkish yang diisyaratkan oleh The Fed menyusul data perekonomian AS yang lesu. 

Rupiah terpeleset ke zona merah, kala mayoritas mata uang Asia menghijau pada Kamis (12/2/2026). (Bloomberg)

Aset berdenominasi rupiah kemarin sempat berada di zona hijau bersama mata uang Asia lainnya lantaran pasar merasa mendapat kompensasi yang cukup, bukan karena sentimen sudah mereda.