Waymo Akui Robotaxi Miliknya Digerakkan Manusia di Filipina
Farid Nurhakim
12 February 2026 07:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perusahaan teknologi yang mengembangkan kendaraan otonom (self-driving car) Waymo mengakui sistem taksi tanpa supirnya (robotaxi) dalam kondisi tertentu mendapatkan bantuan dari operator jarak jauh (remote operator) atau manusia yang berbasis di Filipina.
Hal ini diungkapkan dalam sidang Senat Amerika Serikat (AS) pada 4 Februari 2026 oleh Kepala Keselamatan Waymo, Mauricio Pena.
Para anggota parlemen AS pun baru-baru ini mengetahuinya ketika sejumlah sistem komputer itu ragu, kemungkinan sedang meminta petunjuk dari seseorang yang berada di belahan dunia lain. Pengungkapan ini mengingatkan, bahkan sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) tercanggih pun kerap bergantung pada manusia.
Pena mengungkapkan hal tersebut saat dirinya memberikan kesaksian di hadapan Komite Senat AS, bersama perwakilan dari Tesla dan industri kendaraan otonom. Selama sidang, Senator Edward Markey menyebut ketika kendaraan otonom menghadapi skenario yang tidak dapat diselesaikannya sendiri, Waymo bakal menghubungi “teman manusia” untuk meminta bantuan.
Dia menggambarkan apa yang dia sebut sebagai sistem operator bantuan jarak jauh, yang sebagian besar tak transparan, di mana berperan dalam keselamatan kendaraan tetapi tetap tidak terlihat oleh publik. Sementara itu, Pena mengatakan para pekerja tersebut tak mengambil alih kendali kendaraan dan menekankan bahwa sistem Waymo tetap bertanggung jawab atas semua keputusan mengemudi.

































