Logo Bloomberg Technoz

Schmid The Fed Desak Suku Bunga Tetap Tinggi demi Perangi Inflasi

News
12 February 2026 07:15

Gubernur dan CEO Federal Reserve Bank of Kansas City, Jeff Schmid. (Fotografer: Kent Nishimura/Bloomberg)
Gubernur dan CEO Federal Reserve Bank of Kansas City, Jeff Schmid. (Fotografer: Kent Nishimura/Bloomberg)

Catarina Saraiva - Bloomberg News

Bloomberg, Gubernur Federal Reserve Bank of Kansas City Jeff Schmid menyatakan bahwa bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) harus mempertahankan suku bunga pada level yang "agak restriktif." Hal ini ia sampaikan seiring kekhawatiran yang terus berlanjut terhadap angka inflasi yang dinilai masih terlalu tinggi.

"Dalam pandangan saya, pemangkasan suku bunga lebih lanjut berisiko membiarkan inflasi tinggi bertahan lebih lama lagi," ujar Schmid dalam naskah pidato untuk sebuah acara di Albuquerque, New Mexico, Rabu (11/2).


Ia menambahkan bahwa suku bunga seharusnya masih memberikan tekanan pada ekonomi, namun ia melihat realitanya mungkin tidak demikian. "Dengan pertumbuhan yang menunjukkan momentum dan inflasi yang masih panas, saya tidak melihat banyak indikasi adanya pengetatan ekonomi," tegas Schmid.

Bulan lalu, pejabat The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil—sebuah keputusan yang didukung oleh Schmid—setelah sebelumnya melakukan tiga kali pemangkasan berturut-turut pada akhir tahun 2025. Saat ini, suku bunga acuan berada di kisaran 3,5% hingga 3,75%, level yang menurut banyak pejabat sudah mendekati posisi netral.