Risiko UMKM-Rebutan Likuiditas Penghambat Turunnya Bunga Kredit
Pramesti Regita Cindy
12 February 2026 08:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom Himpunan bank negara (Himbara) mengungkapkan sejumlah faktor yang membuat lambatnya penurunan bunga kredit perbankan meski suku bunga acuan atau BI rate telah turun 125 bps.
Menurut Kepala Ekonom PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Banjaran Surya Indrastomo dari sisi pembiayaan, suku bunga kredit sangat dipengaruhi oleh profil risiko masing-masing segmen. Perbankan, kata dia, akan mengenakan premi lebih tinggi pada debitur dengan tingkat risiko yang besar.
Ia menyebut sektor UMKM tanpa agunan masih menjadi segmen dengan risiko tertinggi, dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) rata-rata sekitar 4%. Bahkan, kualitas pembiayaan konsumen juga menunjukkan tren pelemahan sejak 2024.
Dengan demikian, Banjaran menegaskan, kondisi tersebut membuat bank cenderung mempertahankan suku bunga kredit, karena harus mengompensasi risiko melalui penetapan premi.
"Biasanya indikatornya non-performing loan [NPL] atau kualitas kredit di internal mereka, tapi juga refleksi terkait dengan kualitas pembiayaan di industri," kata Banjaran ketika ditemui di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, dikutip Kamis (12/1/2026).































