Pasar Mulai Normal, Lelang Sukuk Tak Sepanas Sebelumya
Redaksi
28 January 2026 08:08

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan kembali melelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN/Sukuk) pada Selasa (27/1/2026). Namun, agaknya pasar menunjukkan tanda normalisasi setelah lonjakan pada lelang sukuk sebelumnya.
Melansir informasi dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), penawaran yang masuk (incoming bids) dalam lelang kemarin terkoreksi sebesar 30,16%. Pada lelang sebelumnya pada 13 Januari, incoming bids yang masuk sebesar Rp55,26 triliun, sedangkan pada lelang kemarin penawaran yang masuk lebih rendah menjadi Rp38,59 triliun.
Koreksi penawaran yang masuk pada lelang kali ini mengindikasikan adanya perubahan kondisi likuiditas domestik, menyusul keputusan Bank Indonesia untuk meningkatkan frekuensi lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dari satu kali menjadi dua kali sepekan pada periode 28 Januari hingga 13 Februari. Kebijakan ini juga bagian dari strategi untuk menahan arus keluar modal asing, sekaligus memperkuat daya tarik instrumen moneter jangka pendek di tengah volatilitas pasar.
Lelang yang masuk pada sukuk/SBSN Selasa 27 Januari 2026, pemerintah memenangkan Rp12 triliun. (DJPPR)Meski penawaran menyusut, lelang sukuk kemarin relatif solid dengan rasio bid-to-cover di rentang 1,5% hingga 5,85%. Artinya, permintaan tetap melampuai jumlah yang diserap pemerintah.
Dari delapan seri SBSN yang ditawarkan, mulai dari SPNS tenor pendek hingga PBS berjangka panjang, pemerintah memutuskan menyerap dana sebesar Rp12 triliun, masih di atas target indikatifnya di angka Rp11 triliun. Angka penyerapan ini sedikit menunjukkan kehati-hatian pemerintah terhadap kondisi fiskal di tengah volatilitas pasar keuangan.






























