Logo Bloomberg Technoz

Modal Asing Berisiko 'Kabur', BI Pastikan Jaga Rupiah & Inflasi

Lavinda
08 February 2026 07:00

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Pontianak - Bank Indonesia memastikan akan terus berupaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan laju inflasi, dengan tetap mengarah pada prinsip pro-pertumbuhan ekonomi atau pro-growth

Hal ini disampaikan menanggapi adanya risiko pembalikan arus modal keluar secara mendadak atau sudden capital reversal buntut laporan Moody’s Investors Service yang menurunkan prospek atau outlook surat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. 

Berdasarkan data Bloomberg, pasar surat utang negara pada perdagangan Jumat (6/2/2026) tertekan dan mengalami aksi jual, terseret oleh penurunan outlook yang dilakukan Moody’s malam sebelumnya. Tekanan terjadi di hampir semua tenor, terutama di tenor pendek dan menengah seiring dengan langkah pelaku pasar mengkalkulasi risiko berinvestasi di aset mata uang rupiah. 


Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Alexander Lubis mengungkapkan bank sentral melakukan stress test atau evaluasi mengukur ketahanan sistem keuangan.

Hasilnya, hampir seluruh variabel menunjukkan bahwa stabilitas sistem keuangan nasional masih terjaga, dengan permodalan yang masih tinggi. Hal ini bahkan dianggap bisa menjadi modal untuk menghaadpi volatilitas ekonomi global