Logo Bloomberg Technoz

Kemelut RKAB Gebuk Sektor Jasa Tambang: Alat Berat Mangkrak & PHK

Azura Yumna Ramadani Purnama
09 February 2026 14:40

Pekerja PT United Tractors melihat ke front-end loader di Jakarta, Rabu (30/5/2023). (Dimas Ardian/Bloomberg)
Pekerja PT United Tractors melihat ke front-end loader di Jakarta, Rabu (30/5/2023). (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (Aspindo) mengungkapkan pemangkasan target produksi komoditas mineral dan batu bara (minerba) dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 bakal memberikan ancaman serius bagi industri jasa pertambangan.

Direktur Eksekutif Aspindo Bambang Tjahjono menyatakan rencana pemerintah tersebut bakal berdampak secara langsung terhadap industri jasa pertambangan, tidak hanya bagi penambang semata.

Penyebabnya, aktivitas pertambangan—khususnya batu bara — berpotensi menyusut gegara target produksi yang dipangkas.


Dia mewaspadai pemangkasan produksi komoditas minerba tersebut bisa membuat sebagian alat berat milik kontraktor jasa pertambangan menjadi tak digunakan atau mangkrak, hingga berpotensi menyebabkan pemutusan hak kerja (PHK).

Tambang batu bara terbuka PT Bukit Asam. (Dok. PTBA)

Dengan begitu, Bambang mengungkapkan telah mengirimkan surat ke Direktorat Jenderal Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk melakukan audiensi ihwal pemangkasan produksi dan dampaknya terhadap industri jasa pertambangan.