Logo Bloomberg Technoz

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Terus Turun, Apa Saja Pemicunya

Dovana Hasiana
11 February 2026 13:50

Gambaran Indeks Persepsi Korupsi Indonesia selama 3 dekade (Sumber: TI Indonesia)
Gambaran Indeks Persepsi Korupsi Indonesia selama 3 dekade (Sumber: TI Indonesia)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Transparency International (TI) merilis indeks persepsi korupsi (CPI) 2025 pada 180 negara; termasuk Indonesia. Berdasarkan survei tersebut, angka CPI Indonesia kembali merosot menjadi 34/100 atau turun tiga poin dari tahun lalu yaitu 37/100.

TI mencatat, Indonesia sebagai negara demokrasi, membuat kualitas kepemimpinan menjadi salah satu parameter yang mempengaruhi angka CPI. Beberapa di antaranya rangkaian aksi demonstrasi besar sepanjang 2025 yang memuncak pada Agustus. Salah satu tuntutan pada berbagai unjuk rasa tersebut juga menyoal pada masih tingginya praktik korupsi.

“Peringkatnya turun cukup signifikan ke posisi 109 dari 182 negara [sebelumnya di posisi ke-99]. Penurunan ini menunjukkan bahwa Indonesia sedang menghadapi kondisi yang mengkhawatirkan dalam upaya melawan korupsi," kata Program Manager Transparency International Indonesia (TII) Ferdian Yazid dikutip, Rabu (11/02/2026).


"Kemerosotan kualitas kepemimpinan, melemahnya independensi lembaga pengawas, dan menyempitnya kebebasan sipil menjadi tantangan serius yang secara efektif melemahkan perlawanan terhadap korupsi di Indonesia.” 

Persepsi juga turun imbas dugaan penyalahgunaan sumber daya oleh pejabat publik; serta konsolidasi kekuasaan dengan partai politik, BUMN, hingga militer. Selain itu, sorotan juga mengarah kepada sejumlah kebijakan Presiden Prabowo Subianto memberikan pengampunan kepada terpidana korupsi melalui Amnesti, Abolisi, atau pun rehabilitasi.