Logo Bloomberg Technoz

Dampak Keputusan FTSE Menurut Menko Airlangga hingga Pelaku Pasar

Artha Adventy
10 February 2026 13:45

Warga melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto turut menanggapi keputusan FTSE Russell yang menunda rebalancing indeks saham Indonesia.

Menurutnya, keputusan FTSE bukan menjadi cerminan fundamental ekonomi RI, melainkan menunggu hasil reformasi pasar modal yang tengah dilakukan.

"Nanti akan di-review selanjutnya, tapi secara keseluruhan mengatakan fundamental [Indonesia] bagus," ujar Airlangga, Selasa (10/2/2025).


Setali tiga uang, pengamat pasar modal Hendra Wardana mengatakan, penundaan rebalancing Indeks FTSE tidak mencerminkan pelemahan fundamental pasar modal domestik, melainkan lebih menegaskan adanya ketidakpastian teknis dalam proses reformasi pasar, terutama terkait penentuan free float minimum serta potensi gangguan mekanisme pasar selama masa transisi kebijakan. 

"Bagi penyedia indeks global, kepastian regulasi dan stabilitas struktur pasar merupakan prasyarat utama sebelum melakukan penyesuaian komposisi indeks," jelas Hendra.