Logo Bloomberg Technoz

Danantara Diminta Buka Arah Investasi RI, Buntut Rating Moody's

Pramesti Regita Cindy
06 February 2026 08:40

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat konfrensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan T.A 2026 di Jakarta, Jumat (15/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean)
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat konfrensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan T.A 2026 di Jakarta, Jumat (15/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa dirinya telah meminta kepada BPI Danantara untuk dapat menjelaskan terkait arah investasi Indonesia kepada lembaga rating Moody’s.

Hal ini sekaligus merespons Moody’s Investors Service mengumumkan rating surat utang Indonesia Baa2 dengan outlook (prospek) diubah dari stabil menjadi negatif. 

"Saya sudah bicara dengan Danantara, di mana mereka juga akan mempersiapkan langkah-langkah untuk menjelaskan kepada rating agency [Moody's]," kata Airlangga ditemui usai agenda PTIJK OJK di Jakarta, Kamis (5/2/2026) malam. 


Lebih jelasnya, Airlangga menjelaskan perubahan outlook tersebut karena banyak lembaga rating yang belum memahami arah kebijakan terbaru di Indonesia. Terlebih dengan hadirnya BPI Danantara untuk menggerakan investasi. 

"Kalau moodys kan dari segi ratingnya tetap investment grade. Hanya Moody's bicara mengenai outlook. Outlook itu membutuhkan penjelasan. Karena pemerintah tetap konsisten bahwa belanja defisit dipatok di 3%, kemudian hutang di bawah 40%."