Aplikasi Pesan Signal Tak Kebal dari Target Peretasan, Waspada
Farid Nurhakim
10 February 2026 15:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ponsel pintar atau smartphone menawarkan banyak kemudahan seperti pilihan untuk memesan makanan secara instan, order taksi, menyiapkan presentasi kantor saat bepergian, menonton serial televisi dan film secara maraton, dan lain sebagainya. Menurut laporan terbaru, lebih dari 7 miliar orang menggunakan smartphone.
Namun, hal ini menarik pelaku kejahatan siber yang memangsa pengguna smartphone yang kurang waspada. Masyarakat harus berhati-hati ketika menjelajahi atau browsing internet dan juga saat berinteraksi di aplikasi pesan instan, terutama saat menerima pesan teks dari orang yang tidak dikenal, dinukil dari Deccan Herald, Selasa (10/2/2026).
Penjahat siber memakai teknik rekayasa sosial atau social engineer untuk membangun kepercayaan di antara calon korban. Mereka memperkenalkan diri sebagai polisi, petugas pajak, atau petugas bank dan memperoleh informasi pribadi. Sebelum korban menyadari apa yang baru saja terjadi, kredensial bank atau detail pribadi mereka bakal dicuri dari perangkatnya.
Dalam kejadian terbaru, lembaga keamanan Jerman—Kantor Federal untuk Perlindungan Konstitusi (BfV) dan Kantor Federal untuk Keamanan Informasi (BSI)—telah memperingatkan bahwa peretas atau hacker menargetkan peretasan orang-orang, khususnya tokoh-tokoh pejabat tinggi di bidang politik, militer, hingga jurnalis yang menggunakan Signal. Para hacker mengirim pesan atas nama dukungan teknis aplikasi perpesanan tersebut, meminta detail pribadi, dan mengambil alih akun mereka.
Detail yang dicuri bisa disalahgunakan untuk tebusan atau mencemarkan nama baik seseorang. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk berhati-hati ketika berinteraksi dengan orang asing di aplikasi pesan instan.
Cara Lindungi Diri dari Phishing






























