Logo Bloomberg Technoz

Paceklik Cabai Datang, Pakar Pertanyakan Antisipasi Pemerintah

Redaksi
10 February 2026 13:20

Pedagang merapihkan cabai merah besar dan cabai rawit di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Rabu (10/7/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pedagang merapihkan cabai merah besar dan cabai rawit di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Rabu (10/7/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kalangan pakar menilai fenomena kenaikan harga cabai rawit merah menjelang periode Ramadan tahun ini merupakan faktor musiman yang terjadi secara tahunan, seraya kenaikan permintaan dan pasokan yang minim.

Pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia, Khudori, mengatakan, penyebab lain juga menjadi alasan fenomena musiman ini yakni produksi yang juga hanya musiman dan hanya terkonsentrasi di segelintir wilayah.

"Ini siklus tahunan. Akar masalahnya produksi musiman dan terkonsentrasi di segelintir wilayah. Problem ini sudah laten sejak berpuluh tahun lalu, hampir tidak ada perubahan," ujarnya saat dihubungi, Selasa (10/2/2026).


Khudori mengamini kenaikan harga salah satu komoditas volatile food yang cukup penting di rumah tangga tersebut membuat masyarakat khawatir akan beban pengeluaran yang lebih tinggi.

Saat ini, kata Khudori, pasokan cabai juga hanya terpusat di wilayah Jawa dan Sumatra. Jika logistik daerah itu terganggu, maka tidak menutup kemungkinan akan menaikkan harga cabai.