Logo Bloomberg Technoz

FTSE Russell Tunda Rebalancing Indeks Indonesia Maret 2026

Artha Adventy
10 February 2026 09:01

Warga melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - FTSE Russell menyampaikan penundaan dilakukan setelah mempertimbangkan masukan dari External Advisory Committees, serta adanya potensi dampak terhadap likuiditas perdagangan dan ketidakpastian dalam penentuan persentase free float saham Indonesia di tengah proses reformasi pasar modal yang sedang berlangsung.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar konferensi pers pada 29 Januari 2026 untuk menyampaikan komitmen peningkatan integritas dan transparansi pasar modal Indonesia. Selanjutnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis rencana reformasi pada 5 Februari 2026.

Seiring penundaan tersebut, FTSE Russell tidak akan menerapkan penambahan maupun penghapusan saham hasil peninjauan indeks, termasuk perubahan segmen kapitalisasi besar dan kecil, penyesuaian jumlah saham beredar, perubahan bobot investabilitas, serta pencatatan saham baru melalui penawaran umum perdana (IPO) dalam indeks FTSE Russell untuk periode tersebut.


Namun demikian, FTSE Russell tetap akan menjalankan sejumlah aksi korporasi tertentu, antara lain penghapusan konstituen indeks akibat merger, akuisisi, suspensi, kebangkrutan, atau delisting. Selain itu, aksi korporasi yang tidak menambah modal seperti stock split, konsolidasi saham, saham bonus, serta pembagian dividen reguler maupun khusus tetap diberlakukan.

FTSE Russell menyatakan akan terus memantau perkembangan rencana reformasi pasar modal Indonesia dan akan menyampaikan pembaruan sebelum pengumuman peninjauan kuartalan FTSE Global Equity Index Series (GEIS) Juni 2026, yang dijadwalkan pada 22 Mei 2026.