Menanti Data Pertumbuhan, Rupiah Melemah di Awal Perdagangan
Tim Riset Bloomberg Technoz
05 February 2026 09:25

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah hari ini dibuka melemah pada perdagangan pasar spot pagi ini (4/2/2026). Rupiah terkoreksi 0,21% ke posisi Rp16.810/US$, seiring dengan penguatan dolar AS di pasar global. Namun, tak berselang lama rupiah melawan dan menyisakan penyusutan 0,17% ke level Rp16.803/US$.
Kemarin, otot dolar AS yang sempat mengendur kembali dapat tenaga setelah dibuka melemah 0,01%, pada penutupan perdagangan justru menguat 0,18% ke posisi 97,616 dari sebelumnya 97,429. Pagi ini, indeks dolar AS kembali menguat 0,3% ke 97,653.
Tangguhnya aktivitas sektor jasa tetap solid, meski AS juga mencatatkan data ketenagakerjaan di bawah ekspektasi membuat dolar AS rebound setelah mengalami tren pelemahan akibat sentimen independensi bank sentralnya.
Data ISM Services (laporan bulanan yang mengukur kesehatan ekonomi, terutama sektor manufaktur dan jasa AS) masih bertahan di atas level 53 dan tekanan harga kembali menguat, mengindikasikan kondisi ekonomi AS masih relatif solid. Sehingga pasar akan sulit mengubah ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed secara agresif.
Nada positif ini juga tercermin dari indeks kejutan ekonomi AS, yang terus menunjukkan bahwa momentum ekonomi dasar masih terjaga di tengah deretan data yang melampaui perkiraan, meski sempat terjadi partial government shutdown.






























