Logo Bloomberg Technoz

Jelang Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi, ke Mana Rupiah Hari Ini?

Tim Riset Bloomberg Technoz
05 February 2026 07:55

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah di pasar kontrak Non-Deliverable Forward (NDF) dibuka menguat tipis pada pembukaan perdagangan hari ini, setelah sempat susut pada penutupan kemarin. 

Pagi ini, Kamis (5/2/2026), rupiah di pasar offshore dibanderol Rp16.809/US$, menguat dari posisi penutupannya kemarin Rp16.811/US$. Tak berselang lama, rupiah menguat 0,1% ke posisi Rp16.795/US$.

Jika melihat mayoritas pasar Asia, penguatan rupiah ini terhitung moderat dan seperti menantikan katalis baru yang bisa mendongkraknya lebih tinggi lagi. 


Kemarin, otot dolar AS yang sempat mengendur kembali dapat tenaga. Dollar Index (yang mencerminkan posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) pagi ini menguat 0,18% ke posisi 97,616.

Penguatan laju dolar AS ini ditopang oleh aktivitas sektor jasa tetap solid, meski AS juga mencatatkan data ketenagakerjaan di bawah ekspektasi. Selama ISM Services (laporan bulanan yang mengukur kesehatan ekonomi, terutama sektor manufaktur dan jasa AS) masih bertahan di atas level 53 dan tekanan harga kembali menguat, sulit berharap The Fed akan memangkas suku bunga acuan secara agresif.