Logo Bloomberg Technoz

Potret Sibuk Pengrajin Barongsai Jelang Perayaan Imlek

Andrean Kristianto
04 February 2026 17:57

Perajin Lili Hambali menyelesaikan pembuatan kepala barongsai di Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Perajin Lili Hambali menyelesaikan pembuatan kepala barongsai di Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Ramainya pertunjukan barongsai menjelang perayaan Imlek menjadi masa sibuk bagi para pengrajin barongsai dan liong. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Ramainya pertunjukan barongsai menjelang perayaan Imlek menjadi masa sibuk bagi para pengrajin barongsai dan liong. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Lili mengaku telah kebanjiran order barongsai dan liong sejak Oktober-November kemarin. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Lili mengaku telah kebanjiran order barongsai dan liong sejak Oktober-November kemarin. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Hasil buatannya telah dipesan hampir seluruh Indonesia dan beberapa negara lainnya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Hasil buatannya telah dipesan hampir seluruh Indonesia dan beberapa negara lainnya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Untuk harga barongsai Lili menjual dengan harga Rp6,5 juta sedangkan liong dibanderol Rp9-10 juta. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Untuk harga barongsai Lili menjual dengan harga Rp6,5 juta sedangkan liong dibanderol Rp9-10 juta. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Untuk pembuatan barongsai dan liong, ia membutuhkan waktu 2 minggu hingga 1 bulan tergantung cuaca. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Untuk pembuatan barongsai dan liong, ia membutuhkan waktu 2 minggu hingga 1 bulan tergantung cuaca. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Dalam menyelesaikan pemebuatan Lili mengalami kesulitan dalam
mencari bulu berwarna merah dan putih yang barang tersebut masih di impor.

Dalam menyelesaikan pemebuatan Lili mengalami kesulitan dalam mencari bulu berwarna merah dan putih yang barang tersebut masih di impor.

Bulu merah dan kuning sulit karena rata-rata pesanana barongsai dan liong menggunakan warna tersebut. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bulu merah dan kuning sulit karena rata-rata pesanana barongsai dan liong menggunakan warna tersebut. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Perajin Lili Hambali menyelesaikan pembuatan kepala barongsai di Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Ramainya pertunjukan barongsai menjelang perayaan Imlek menjadi masa sibuk bagi para pengrajin barongsai dan liong. (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Lili mengaku telah kebanjiran order barongsai dan liong sejak Oktober-November kemarin. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Hasil buatannya telah dipesan hampir seluruh Indonesia dan beberapa negara lainnya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Untuk harga barongsai Lili menjual dengan harga Rp6,5 juta sedangkan liong dibanderol Rp9-10 juta. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Untuk pembuatan barongsai dan liong, ia membutuhkan waktu 2 minggu hingga 1 bulan tergantung cuaca. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Dalam menyelesaikan pemebuatan Lili mengalami kesulitan dalam
mencari bulu berwarna merah dan putih yang barang tersebut masih di impor.
Bulu merah dan kuning sulit karena rata-rata pesanana barongsai dan liong menggunakan warna tersebut. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ramainya pertunjukan barongsai dan liong menjelang perayaan Imlek menjadi masa sibuk bagi para perajin karena terjadi peningkatan pesanan. 

Kondisi tersebut disampaikan oleh Lili Hambali, perajin barongsai di Kelurahan Babakan Pasar, Kota Bogor, Jawa Barat.

“Mulai ramai November - Oktober sudah mulai ramai, kalau pembuatan sekarang memang ada peningkatan pesanan jelang imlek dua kali lipat tapi habis imlek produksi tetap masih jalan,“ kata Lili Hambali perajin Barongsai dan Liong di Bogor, Rabu (4/2/2026).

Lili telah menekuni pembuatan barongsai dan liong sejak tahun 2000. Ia melayani pesanan tidak hanya dari wilayah Bogor, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.

Hasil produksinya telah dipasarkan ke hampir seluruh wilayah Indonesia dan mancanegara. Usaha tersebut mampu menghasilkan omzet ratusan juta rupiah setiap tahun.

“Hampir semuanya lha, ke Padang, Bali, Makassar, Papua, omzet setiap bulan ga bisa dihitung karena kan jalan terus, kalau pertahun kira-kira mungkin Rp200an juta bersih,” ungkap Lili.

Produk barongsai dan liong buatan Lili juga telah dikenal di berbagai negara. Pengiriman dilakukan ke Australia, Austria, Arab Saudi, serta sejumlah negara Eropa seperti Jerman.

Dalam proses produksi, Lili menghadapi kendala pada ketersediaan bahan baku tertentu. Bulu domba yang digunakan sebagai aksesori kepala barongsai masih harus diimpor dari Mongol.

“Barongsai aksesorisnya kan impor kendalanya seperti sekatang menjelang Imlek bulu merah dan bulu kuning habis, kan permintaan kebanyakan merah sama kuning,” ujar pria berusia 54 tahun tersebut.

Barongsai merupakan tarian tradisional Tiongkok yang menggunakan kostum menyerupai singa dan biasanya ditampilkan saat perayaan Imlek. Pertunjukan ini bertujuan memeriahkan suasana tahun baru dan telah berkembang serta dikenal luas di berbagai negara.

(dre)