Potret Sibuk Pengrajin Barongsai Jelang Perayaan Imlek
Andrean Kristianto
04 February 2026 17:57
Bloomberg Technoz, Jakarta - Ramainya pertunjukan barongsai dan liong menjelang perayaan Imlek menjadi masa sibuk bagi para perajin karena terjadi peningkatan pesanan.
Kondisi tersebut disampaikan oleh Lili Hambali, perajin barongsai di Kelurahan Babakan Pasar, Kota Bogor, Jawa Barat.
Baca Juga
“Mulai ramai November - Oktober sudah mulai ramai, kalau pembuatan sekarang memang ada peningkatan pesanan jelang imlek dua kali lipat tapi habis imlek produksi tetap masih jalan,“ kata Lili Hambali perajin Barongsai dan Liong di Bogor, Rabu (4/2/2026).
Lili telah menekuni pembuatan barongsai dan liong sejak tahun 2000. Ia melayani pesanan tidak hanya dari wilayah Bogor, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.
Hasil produksinya telah dipasarkan ke hampir seluruh wilayah Indonesia dan mancanegara. Usaha tersebut mampu menghasilkan omzet ratusan juta rupiah setiap tahun.
“Hampir semuanya lha, ke Padang, Bali, Makassar, Papua, omzet setiap bulan ga bisa dihitung karena kan jalan terus, kalau pertahun kira-kira mungkin Rp200an juta bersih,” ungkap Lili.
Produk barongsai dan liong buatan Lili juga telah dikenal di berbagai negara. Pengiriman dilakukan ke Australia, Austria, Arab Saudi, serta sejumlah negara Eropa seperti Jerman.
Dalam proses produksi, Lili menghadapi kendala pada ketersediaan bahan baku tertentu. Bulu domba yang digunakan sebagai aksesori kepala barongsai masih harus diimpor dari Mongol.
“Barongsai aksesorisnya kan impor kendalanya seperti sekatang menjelang Imlek bulu merah dan bulu kuning habis, kan permintaan kebanyakan merah sama kuning,” ujar pria berusia 54 tahun tersebut.
Barongsai merupakan tarian tradisional Tiongkok yang menggunakan kostum menyerupai singa dan biasanya ditampilkan saat perayaan Imlek. Pertunjukan ini bertujuan memeriahkan suasana tahun baru dan telah berkembang serta dikenal luas di berbagai negara.
(dre)
























