Siang Ini, Mayoritas Mata Uang Asia 'Menghijau'
Tim Riset Bloomberg Technoz
03 February 2026 11:55

Bloomberg Technoz, Jakarta - Mayoritas mata uang di pasar Asia hari ini kompak bergerak di zona hijau menyusul otot dolar Amerika serikat sedikit terkontraksi lantaran rebound-nya harga emas dan perak yang sempat volatil kemarin.
Lonjakan emas hingga 4,2% dan perak sebesar 8,1% menandai upaya pasar memulihkan diri, setelah euforia reli pemecah rekor runtuh dan memicu koreksi keras dalam dua hari terakhir.
Penurunan harga emas selama tiga hari terakhir sejatinya merupakan koreksi yang memang sudah lama dinanti pasar. Namun, faktor-faktor fundamental yang menopang kenaikan emas dalam jangka panjang masih dipercaya tetap kuat, sehingga kecil kemungkinan terjadi kejatuhan berkepanjangan pada logam mulia. Bahkan logam fisik kini makin banyak dicari dan menunjukkan kelangkaan di pasar.
Alhasil, kembali menguatnya harga aset safe haven ini membuat otot dolar AS kembali terkontraksi. Melansir data Bloomberg, Indeks dolar AS tercatat kembali tergerus 0,19% pada sesi siang ini dan berada di posisi 97,445. Lesunya dolar membawa mata uang di pasar Asia ‘berpesta’.
Pada perdagangan siang ini (3/2/2026), nilai tukar rupiah ikut terkerek dan menguat 0,10% ke Rp16.775/US$. Di zona hijau rupee India memimpin penguatan sebesar 1,26%, baht Thailand 0,39%, won Korea Selatan 0,30%, dolar Singapura 0,19%, yuan offshore China 0,11%, yen Jepang 0,10%, peso Filipina 0,06% dan ringgit Malaysia 0,05%.


























